Jumat, 08 Februari 2013
Sabtu, 26 Januari 2013
Mars Bhakti PMR
Palang Merah Remaja Indonesia warga Palang Merah sedunia
Berjuang berbakti penuh kasih sayang untuk rakyat semua
Bekerja dengan rela tulus ikhlas untuk yang tertimpa sengsara
Puji dan puja tidak dikejar… mengabdi tuk sesama…
Putra Putri Palang Merah Remaja Indonesia
Abdi rakyat sedunia luhur budinya
Putra Putri Palang Merah Remaja Indonesia
Abdi rakyat sedunia mulya citanya
Mars Palang Merah Indonesia
Palang Merah Indonesia
Sumber kasih umat manusia
Warisan luhur, nusa dan bangsa
Wujud nyata pengayom Pancasila
Gerak juangnya keseluruh nusa
Mendarmakan bhakti bagi ampera
Tunaikan tugas suci tujuan PMI
Di Persada Bunda Pertiwi
Untuk umat manusia
Di seluruh dunia
PMI menghantarkan jasa
Sabtu, 16 Juli 2011
ayoo gabung ke PMR MAYOGA
Gak terasa tahun ajaran baru udah dimulai ya..
Spatuu baaruuu...
Buuku baaruuu....
Temaan baaruuu...
Skolah skolaaaaah??
Hmm, buat kamu-kamu para siswa baru maupun lama(hehhe) di skolah tercinta MAYOGA, yuuk gabung ke ekstrakulikular PMR MAYOGA atau MJRC (MAYOGA Junior Red Cross). Dijamin deh, kalian bakal dapet banyak pengalaman, banyak temen, nambah ilmuu, n' nambah- nambah yang buanyaaak deh pokoknya klo ikut ektra ini...
Gak percaya???
makanyaa, gabung yuk ke ekstra ini.. nantinya ada kak Anto yang bakalan bagi2 ilmu ke kita tentang ilmu2 medis githuu,, (terutama ilmu PMR yyaaa..). kak Anto ini yang akan melatih kita di MJRC. Beliau juga merupakan anggota PMI Yogyakarta lhoo... kalo ngasih materi sukanya agak bercanda gituu, tapi kita tetep dapet materinya.Beliau sebagai penggantinya kak Fauzi (pelatih kita yg lalu).
kalo' ditanya kayak gituu.. aktivitas kita banyaaak... dan pastinya serru! (apalagi buat kamu2 yg suka nolong orang)
@yg pasti, tiap pekan, kita bakal dapet pelatihan mengenai PMR oleh kakak pembina PMR kita.. biasanya kita sekalian sharing2 tentang masalah2 kesehatan di sekeliling kita..
@ terus, kita jadi penjaga UKS tiap istirahat, jadi kita bergulir njaga UKS, siapa tau ada anak yang sakiit, nanti kita tolong sebisa kita. Kalo' sakit berlanjut biasanya kita hubugi guuru dulu, baru nanti dirujuk ke puskesmas atw fasilitas kesehatan lain,,
@emm, gak kalah penting juga, kita biasanya mengontrol keadaan (kesehatan) di Sekolah dan sekitarnya. biasanya kita nempel poster2 tentang kesehatan di mading2 sekolah, terus kita ngecek ada jentik2 nyamuk ngga' di setiap kamar mandi Sekolah kita..
@ selain itu, anak2 MJRC (PMR) biasanya jadi tim kesehatan kalo' ada acara2 sekolah seperti camping, outbound, susur sungai, dsb...
--> kita jd tau gmn cara ngobatin org yg pingsan, org sesak nafas, apalagi org yg cmn lecet2 <--
selain itu semua, ada beberapa program kerja yang bakal kita laksanain tahun ajaran 2011/2012 :
@ Donor Darah untuk Umum
@ Pelatihan Sekolah Siaga Bencana dan Simulasi
@ Penyuluhan Remaja Sebaya
Kamis, 24 Februari 2011
Ada Apa di Balik Pembalut?
HATI-HATI DENGAN PEMBALUT !!! Banyak wanita mengalami masalah saat menstruasi.... Setiap wanita akan mengalami ketidaknyamanan fisik selama proses menstruasi. Masalah umum yang sering dijumpai karena infeksi bakteria selama menstruasi adalah demam, radang pada permukaan vagina, gatal-gatal pada kulit, radang vagina, radang servik (leher mulut rahim), radang selaput rahim, keputihan, rasa panas atau sakit pada bagian bawah perut. Deman, pusing, mual, sering buang air kecil, rasa sakit saat buang air kecil, nyeri/sakit pada bagian pinggang dan kelelahan juga merupakan gejala infeksi bakteria selama menstruasi yang dapat menyebabkan penyakit kandungan yang jauh lebih serius. Jika seorang wanita mengalami masalah pada kewanitaannya, mereka umumnya enggan berkonsultasi kepada temannya apalagi untuk mengunjungi seorang dokter. Mereka lebih memilih tutup mulut dan membiarkan menjadi rahasia pribadi. Hal ini tidak menyelesaikan masalah dan malah akan semakin menambah parah sehingga menyebabkan penyakit lain yang lebih serius. Mengapa wanita mudah terinfeksi bakteria ? Tahukah Anda bahwa menurut penelitian terdapat sebanyak 107 bakteri per milimeter persegi ditemukan di atas pembalut wanita biasa, kondisi inilah yang membuat pembalut biasa menjadi sumber sarang pertumbuhan bakteri merugikan, meski pembalut biasa hanya dipakai selama 2 jam saja. Bayangkan banyaknya bakteri pada permukaan seluas pembalut, apalagi jika dipakai lebih dari 2 jam. Perlu diketahui untuk para wanita : ● Kemungkinan seorang wanita dewasa terjangkit infeksi vagina adalah 83%. Berarti dari 10 wanita ada 8 wanita yang mengalami infeksi vagina ! ● 62% dari statistik tersebut disebabkan oleh pemakaian pembalut biasa ! ● Rata-rata setiap wanita memerlukan sedikitnya 3 - 6 hari dalam sebulan untuk perawatan infeksi vagina ! ● Jika seorang wanita mulai terjangkit infeksi vagina sejak usia 20 tahun, sedikitnya dibutuhkan 6 tahun dalam hidupnya hanya untuk proses pengobatan dan perawatan infeksi vagina ! Apakah anda mengenal pembalut yang biasa anda pakai ? Hampir semua wanita tidak pernah tahu tentang pembalut yang biasa mereka beli dan pakai selama ini. Dan mereka tidak pernah curiga dan tidak pernah mencoba merobek atau mengamati bahan pembalut yang biasa mereka pakai. Banyak wanita suka membeli pembalut biasa yang ada dipasaran hanya memikirkan harga murah dan cukup enak dipakai, tanpa mengetahui sedikitpun resiko kesehatan dari pemakaian pembalut atau pantyliner biasa. Tidak semua wanita tahu resiko pemakaian pembalut biasa ! Pembalut wanita, termasuk klasifikasi produk konsumer cepat saji dan produk sekali pakai. Karena itulah para produsen pembalut biasa kerap mendaur ulang bahan sampah kertas bekas dan menjadikan sampah kertas bekas ini menjadi bahan dasar untuk menghemat biaya produksi. Dalam proses daur ulang sampah kertas bekas ini, tentu banyak menggunakan bahan-bahan kimia untuk proses pemutihan kembali, menghilangkan bau sampah kertas bekas dan proses sterilisasi bakteri yang terdapat pada sampah kertas bekas. Kertas daur ulang yang telah diproses dengan bahan kimia inilah yang kemudian dibungkus rapi dan siap dipasarkan sebagai pembalut biasa yang kita temukan dipasaran. Para wanita membelinya dengan harga murah dan menggunakan tanpa perasaan was-was, namun berpotensi buruk bagi kesehatan wanita. Tahukah anda hal apa yang lebih memperburuk kesehatan wanita dari pemakaian pembalut biasa ? Saat sedang haid dan memakai pembalut biasa, tanpa disadari cairan yang sudah diserap oleh pembalut biasa yang sudah bercampur dengan kimia dan bercampur dengan bahan yang tidak steril dari pembalut biasa. Dan saat seorang wanita duduk tanpa disadari maka cairan kotor dari pembalut akan keluar kembali karena terkena tekanan dan naik ke atas dan masuk kembali ke organ kewanitaan. Hal ini yang akan menyebabkan infeksi dan timbulnya masalah kewanitaan. Hati-hati jika anda merasa saat memakai pembalut terasa becek / tidak kering. Berbeda dengan Pembalut Sehat Love Moon yang memiliki permukaan satu arah, sehingga cairan yang diserap tidak akan bisa keluar dari permukaan pembalut, maka permukaan Pembalut Sehat Love Moon selalu tetap dalam keadaan kering. Pada pembalut biasa mereka menggunakan lapisan permukaan 2 arah sehingga cairan yang sudah terserap bisa dengan mudah keluar dari permukaan pembalut, sehingga cairan yang sudah bercampur dengan bahan pembalut yang kurang steril, kimia, dan kotoran lainnya bisa naik dan masuk kembali ke organ kewanitaan. Keadaan ini akan sangat tidak nyaman sebab terasa becek, tidak kering, dan lembab yang akan mempercepat pertumbuhan bakteri menjadi luar biasa pesat. ( lihat gambar di atas ) Pada Pembalut Sehat Love Moon bisa dilihat keunggulan permukaan one way alias 1 arah, sehingga cairan yang sudah terserap tidak bisa keluar dari permukaan Pembalut Sehat Love Moon, sehingga permukaan pembalut tetap kering dan tidak becek sehingga tidak ada cairan yang masuk lagi ke organ kewanitaan. (lihat gambar di atas ) Pembalut biasa pada lapisan bawahnya terbuat seperti plastik dan tidak berpori-pori sehingga tidak ada sirkulasi oksigen. Tahukah anda bahwa kanker hidup subur pada tempat yang tidak ada oksigen ? Anda pun bisa menyimpulkan sendiri resiko jangka panjang dari situasi seperti ini. Terutama resiko kanker mulut rahim. Pembalut wanita biasa seringkali mengandung bahan kimia terlalu berlebihan saat proses daur ulang, pemutihan dan menghilangkan bau, yang pada akhirnya merupakan penyebab terjadinya gangguan terhadap organ reproduksi wanita. Lapisan bawah pembalut biasa , terbuat dari semacam plastik yang tidak berpori-pori untuk mencegah cairan tembus ke bawah sehingga saat pemakaian pembalut / pantyliner biasa maka daerah kewanitaan tidak dapat bernapas / tidak ada sirkulasi oksigen. ( lihat gambar di atas ) Lapisan bawah Pembalut Sehat Love Moon berpori-pori sehingga saat pemakaian Pembalut / Pantyliner Sehat Love Moon daerah kewanitaan tetap dapat bernapas / mendapatkan sirkulasi oksigen dengan baik. ( lihat gambar di atas ) Ayo bergaya hidup sehat sejak dini dan bahagia lebih lama.... APA KATA WHO ( BADAN KESEHATAN DUNIA ) : INDONESIA adalah Urutan NO. 1 TERBANYAK di DUNIA KASUS WANITA PENDERITA KANKER LEHER MULUT RAHIM / SERVIKS
Sayangi diri anda....... Jangan biarkan Kanker Serviks Menyerang !!!http://www.mail-archive.com/referensi_maya@yahoogroups.com/msg01316.html
Kuku-KukuQ
Mengapa manusia berkuku? Apa guna kuku-kuku pada manusia? Apa bedanya kuku manusia dengan kuku binatang? Apakah kuku manusia memiliki makna?
Itulah pertanyaan kekanak-kanakan yang sering sulit dijawab orang tua. Namun, anak-anak sering menanyakan hal-hal yang sulit dijawab orang tua. Pertanyaan anak-anak merupakan pertanyaan filsafat. Pa, mengapa mama menangis? Mengapa burung dapat terbang? Dari mana bayi di perut mama? Mengapa? Juga aneka pertanyaan tentang alasan "ada". Biasanya orang tua menjawab sekenanya: adik di perut ibu berasal dari burung bangau. Setelah tua jawaban ini menimbulkan pertanyaan baru: Burung siapa?
Kuku manusia
Mengapa manusia berkuku seperti harimau, beruang, atau burung? Mengapa kuku manusia tidak seperti kuku kerbau, kuda, gajah, atau kambing? Jika diperhatikan, binatang berkuku tunggal seperti kuda, domba, dan rusa adalah binatang-binatang korban. Binatang-binatang ini cenderung tidak membunuh binatang lain, apalagi sesamanya. Mereka ini binatang pemakan tumbuhan.
Namun, manusia, macan, dan beruang menggunakan kuku-kuku untuk mencakar, melukai makhluk lain. Kuku-kuku binatang itu menjadi alat untuk membunuh yang lain. Itulah binatang pemangsa, yang hidup dari memangsa makhluk lain, termasuk "binatang" manusia. Bahkan burung-burung pun menggunakan kuku-cakarnya untuk memangsa binatang lain.
Jika manusia sebagai "binatang" termasuk jenis macan, beruang, elang, maka kodratnya seperti macan dan beruang, suka mencakar, dengan kedua tangan ataupun kedua kaki. Jika tidak demikian, mengapa kuku manusia tidak tunggal seperti kerbau?
Binatang berkuku tunggal menggunakan kukunya hanya untuk pertahanan. Kuda akan menyepak jika disakiti. Binatang-binatang kuku tunggal bukan pemangsa, justru dimangsa.
Manusia dan macan termasuk makhluk agresif. Agresivitas kuku manusia ini masih tampak saat istri tua dan istri muda saling mencakar sampai berdarah-darah. Jadi, secara naluriah, kuku manusia sebagai alat penyerang.
Umumnya, untuk menyembunyikan bahwa manusia termasuk binatang pemangsa, ia selalu memotong kuku-kukunya setiap tiga-empat hari. Pemotongan kuku-kuku itu untuk menyembunyikan karakter aslinya bahwa mereka sebenarnya sejenis makhluk pembunuh. Benarkah manusia yang berkuku plural ini makhluk pembunuh?
Peribahasa
Kesadaran bahwa manusia itu tak lebih dari macan sudah ada di benak nenek moyang bangsa Melayu. Ada sejumlah peribahasa mengambil tema "kuku".
"Belum berkuku hendak mencubit". Maksudnya, belum memiliki kekuasaan sudah sok main kuasa. Karena kuku-kukunya belum tumbuh betul, cubitannya atau cakarannya tidak akan memakan korban.
Berbeda dengan "diberi berkuku hendak mencengkam". Inilah gejala yang membuktikan bahwa manusia itu jenis makhluk pemangsa manusia lain. Semakin tajam dan kuat kekuasaannya, semakin tajam dan dalam cakarannya. Peribahasa ini mengingatkan kaum berkuku di Indonesia agar tidak main-main menggunakan kuku-kuku kekuasaannya.
Peribahasa lain, "belum sekuku lagi". Ini untuk menyatakan manusia-manusia yang sok pamer kelebihan, mirip dengan "belum berkuku hendak mencubit". Kesombongan manusia rupanya tidak disukai di mana-mana. Pengetahuannya belum seberapa sudah berlagak paling tahu. Kekuasaannya belum seberapa. Kekayaannya belum seberapa. Kecantikannya tidak seberapa.
Peribahasa kuku yang positif juga ada, seperti "sebagai kuku dan daging". Inilah dwitunggal, dua orang yang tidak dapat dipisahkan, seperti dua orang sedang jatuh cinta.
Namun, seperti cinta asmara, "bagai kuku dengan daging" ini, pasangan dwitunggal seperti ini tak pernah lama. Bulan madu dwitunggal biasanya berakhir dengan saling cakar sehingga berdarah-darah. Tidak sulit mencari pembuktiannya dalam sejarah bangsa mana pun. Sekali lagi, kuku manusia itu berfungsi untuk agresivitas manusia.
Manusia dan binatang buas
Tidak mengherankan jika manusia Indonesia menggunakan kuku sebagai simbol kekuatan, ancaman, berbahaya, kekuasaan. Mereka yang berkuasa adalah manusia-manusia berkuku tajam, bukan untuk melindungi diri seperti kuda, tetapi untuk menyerang dan membunuh. Kekuasaan atau kuku semacam itu diperoleh secara formal atau informal. Kuku-kuku formal didapat dalam pemilu atau pilkada. Bahkan dalam lembaga pemilihan lebih kecil, sekolah atau universitas. Adapun kuku-kuku informal diperoleh dengan menggalang massa. Tidak mengherankan jika manusia Indonesia sibuk membentuk gerombolan untuk memperoleh ketajaman kukunya.
Manusia berkuku lebih menyerupai macan berkuku yang buas. Tetapi, kebuasan manusia berbeda dengan macan atau beruang. Macan dan beruang hanya memangsa binatang lain yang kebanyakan berkuku tunggal, tetapi manusia memangsa sesamanya. Dalam sejarah manusia, kebuasan manusia dipertunjukkan. Manusia memangsa dan memakan manusia lain. Kebuasan manusia melebihi binatang. Binatang apakah manusia itu?
Kuku manusia tidak untuk melindungi yang lain. Kuku-kukunya tidak hanya untuk pertahanan diri. Dalam hal ini manusia Indonesia rupanya harus lebih banyak belajar kepada kerbau.
Sumber: http://lamunan-sejenak.blogspot.com/2007/12/kuku-manusia.html
Itulah pertanyaan kekanak-kanakan yang sering sulit dijawab orang tua. Namun, anak-anak sering menanyakan hal-hal yang sulit dijawab orang tua. Pertanyaan anak-anak merupakan pertanyaan filsafat. Pa, mengapa mama menangis? Mengapa burung dapat terbang? Dari mana bayi di perut mama? Mengapa? Juga aneka pertanyaan tentang alasan "ada". Biasanya orang tua menjawab sekenanya: adik di perut ibu berasal dari burung bangau. Setelah tua jawaban ini menimbulkan pertanyaan baru: Burung siapa?
Kuku manusia
Mengapa manusia berkuku seperti harimau, beruang, atau burung? Mengapa kuku manusia tidak seperti kuku kerbau, kuda, gajah, atau kambing? Jika diperhatikan, binatang berkuku tunggal seperti kuda, domba, dan rusa adalah binatang-binatang korban. Binatang-binatang ini cenderung tidak membunuh binatang lain, apalagi sesamanya. Mereka ini binatang pemakan tumbuhan.
Namun, manusia, macan, dan beruang menggunakan kuku-kuku untuk mencakar, melukai makhluk lain. Kuku-kuku binatang itu menjadi alat untuk membunuh yang lain. Itulah binatang pemangsa, yang hidup dari memangsa makhluk lain, termasuk "binatang" manusia. Bahkan burung-burung pun menggunakan kuku-cakarnya untuk memangsa binatang lain.
Jika manusia sebagai "binatang" termasuk jenis macan, beruang, elang, maka kodratnya seperti macan dan beruang, suka mencakar, dengan kedua tangan ataupun kedua kaki. Jika tidak demikian, mengapa kuku manusia tidak tunggal seperti kerbau?
Binatang berkuku tunggal menggunakan kukunya hanya untuk pertahanan. Kuda akan menyepak jika disakiti. Binatang-binatang kuku tunggal bukan pemangsa, justru dimangsa.
Manusia dan macan termasuk makhluk agresif. Agresivitas kuku manusia ini masih tampak saat istri tua dan istri muda saling mencakar sampai berdarah-darah. Jadi, secara naluriah, kuku manusia sebagai alat penyerang.
Umumnya, untuk menyembunyikan bahwa manusia termasuk binatang pemangsa, ia selalu memotong kuku-kukunya setiap tiga-empat hari. Pemotongan kuku-kuku itu untuk menyembunyikan karakter aslinya bahwa mereka sebenarnya sejenis makhluk pembunuh. Benarkah manusia yang berkuku plural ini makhluk pembunuh?
Peribahasa
Kesadaran bahwa manusia itu tak lebih dari macan sudah ada di benak nenek moyang bangsa Melayu. Ada sejumlah peribahasa mengambil tema "kuku".
"Belum berkuku hendak mencubit". Maksudnya, belum memiliki kekuasaan sudah sok main kuasa. Karena kuku-kukunya belum tumbuh betul, cubitannya atau cakarannya tidak akan memakan korban.
Berbeda dengan "diberi berkuku hendak mencengkam". Inilah gejala yang membuktikan bahwa manusia itu jenis makhluk pemangsa manusia lain. Semakin tajam dan kuat kekuasaannya, semakin tajam dan dalam cakarannya. Peribahasa ini mengingatkan kaum berkuku di Indonesia agar tidak main-main menggunakan kuku-kuku kekuasaannya.
Peribahasa lain, "belum sekuku lagi". Ini untuk menyatakan manusia-manusia yang sok pamer kelebihan, mirip dengan "belum berkuku hendak mencubit". Kesombongan manusia rupanya tidak disukai di mana-mana. Pengetahuannya belum seberapa sudah berlagak paling tahu. Kekuasaannya belum seberapa. Kekayaannya belum seberapa. Kecantikannya tidak seberapa.
Peribahasa kuku yang positif juga ada, seperti "sebagai kuku dan daging". Inilah dwitunggal, dua orang yang tidak dapat dipisahkan, seperti dua orang sedang jatuh cinta.
Namun, seperti cinta asmara, "bagai kuku dengan daging" ini, pasangan dwitunggal seperti ini tak pernah lama. Bulan madu dwitunggal biasanya berakhir dengan saling cakar sehingga berdarah-darah. Tidak sulit mencari pembuktiannya dalam sejarah bangsa mana pun. Sekali lagi, kuku manusia itu berfungsi untuk agresivitas manusia.
Manusia dan binatang buas
Tidak mengherankan jika manusia Indonesia menggunakan kuku sebagai simbol kekuatan, ancaman, berbahaya, kekuasaan. Mereka yang berkuasa adalah manusia-manusia berkuku tajam, bukan untuk melindungi diri seperti kuda, tetapi untuk menyerang dan membunuh. Kekuasaan atau kuku semacam itu diperoleh secara formal atau informal. Kuku-kuku formal didapat dalam pemilu atau pilkada. Bahkan dalam lembaga pemilihan lebih kecil, sekolah atau universitas. Adapun kuku-kuku informal diperoleh dengan menggalang massa. Tidak mengherankan jika manusia Indonesia sibuk membentuk gerombolan untuk memperoleh ketajaman kukunya.
Manusia berkuku lebih menyerupai macan berkuku yang buas. Tetapi, kebuasan manusia berbeda dengan macan atau beruang. Macan dan beruang hanya memangsa binatang lain yang kebanyakan berkuku tunggal, tetapi manusia memangsa sesamanya. Dalam sejarah manusia, kebuasan manusia dipertunjukkan. Manusia memangsa dan memakan manusia lain. Kebuasan manusia melebihi binatang. Binatang apakah manusia itu?
Kuku manusia tidak untuk melindungi yang lain. Kuku-kukunya tidak hanya untuk pertahanan diri. Dalam hal ini manusia Indonesia rupanya harus lebih banyak belajar kepada kerbau.
Sumber: http://lamunan-sejenak.blogspot.com/2007/12/kuku-manusia.html
Rabu, 16 Februari 2011
Pisang, pisang...
Siapa suka pisang?
Bisa dipastikan semua orang suka buah yang identik dengan monyet ini. Mulai dari balita, anak-anak, orang dewasa hingga kakek- kakek dan nenek-nenek menyukai buah ini. Buah ini mengenyangkan, tapi tidak membuat gemuk.
Buah ini tak hanya mudah di cerna, tapi juga mengandung 9 kandungan gizi dan mengembalikan energi. Dibanding buah lain, pisang memang cenderung mudah dinikmati karena tidak perlu lagi diolah.Asal tahu saja, sebuah pisang yang matang akan mengandung 99 gram (gr) kalori, 1,2 gr protein, 0,2 gr lemak, 25,8 miligram (mg) karbohidrat, 0,7 gr serat, 8 mg kalsium, 28 mg fosfor, 0,5 mg besi, 44 RE vitamin A, 0,08 mg vitamin B, 3 mg vitamin C dan 72 gr air.
Namun untuk mendapatkan manfaatnya, Anda perlu cermat memilih. Pasalnya hanya pisang yang matang saja yang dapat mengubah gula darah menjadi glukosa alami, serta cepat diabsorsi ke dalam peredaran darah.
Ciri-ciri pisang yang matang, adalah pisang yang kulitnya berwarna hijau kekuning-kuningan dengan bercak cokelat atau kuning. Semua kandungan dalam pisang matang tersebut, akan memberikan beberapa manfaat kesehatan, terutama bagi:
1. Sumber Tenaga
Pisang dapat dicerna dengan mudah, sehingga gula yang terdapat didalamnya akan diubah menjadi sumber tenaga yang baik untuk pembentukan tubuh, kerja otot dan juga sangat bagus untuk menghilangkan lelah.
2. Ibu Hamil
Wanita yang tengah hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi pisang, karena mengandung asam folat tinggi yang penting bagi kesempurnaan janin, pembentukan sel-sel baru dan mencegah terjadi cacat bawaan.
Sebuah pisang matang, akan mengandung sekitar 85-100 kalori. Sehingga dengan memakan dua pisang segar, kebutuhan asam folat yang sekitar 58 mikrogram dapat terpenuhi. Di samping itu pisang akan membantu menjaga kadar gula darah yang dapat mengurangi morning sick, sehingga pisang sangat baik untuk cemilan ibu hamil.
3. Penderita Anemia
Kandungan zat besi yang cukup tinggi pada pisang, dapat menstimulasi produksi hemoglobin dalam darah bagi penderita anemia. Dua buah pisang sehari, sangat baik untuk penderita anemia.
4. Penderita Sakit Maag
Sebagai buah yang dapat dikonsumsi langsung, pisang tak membuat iritasi atau kerusakan usus bagi penderita maag. Buah ini sering digunakan untuk melawan penyakit usus, sebab teksturnya lembut.
Pisang juga dapat menetralkan kelebihan asam lambung dan melapisi perut sehingga mampu mengurangi iritasi. Bagi yang mengalami penyakit usus atau kolik akibat asam lambung, Anda dapat mengkonsumsinya dengan di campur pada segelas susu cair.
5. Penderita Penyakit Lever
Bagi penderita lever, dua buah pisang sehari dengan tambahan satu sendok madu, akan baik untuk menambah nafsu makan dan meningkatkan kuat.
6. Penderita Luka Bakar
Khusus untuk penderita luka bakar, Anda dapat menggunakan daun pisang sebagai pengobatan. Caranya, kulit yang terbakar dioles dengan campuran abu daun pisang dan minyak kelapa. Campuran ini mampu mendinginkan kulit yang terbakar.
7. Yang Mengalami Stress
Pisang mengandung potasium, yaitu mineral vital yang membantu menormalkan detak jantung, mengirim oksigen ke otak dan mengatur keseimbangan kadar air dalam tubuh. Ketika mengalami stress, metabolisme tubuh akan meningkat drastis sehingga mengurangi kadar potasium tubuh. Dengan pisang, potasium dalam tubuh kadarnya akan seimbang.
8. Penderita Stroke
Berdasarkan riset The New England Journal of Medicine, mengkonsumsi pisang setiap hari akan menurunkan resiko kematian akibat stroke hingga 40%.
9. Mengontrol Temperatur
Di beberapa negara, pisang dipandang sebagai makanan pendingin yang dapat menurunkan temperatur fisik dan emosional ibu hamil. Di Thailand contohnya, ibu hamil mengkonsumsi pisang untuk memastikan bayi lahir dengan temperatur sejuk.
10. Meningkatkan Kekuatan Otak
Di sebuah sekolah Inggris, 200 pelajar mampu menyelesaikan ujian akhir hanya dengan sarapan pisang. Mereka juga kerap mengkonsumsi pisang saat jam istirahat serta makan siang, sebab pisang mampu meningkatkan kekuatan otak.
Sekolah Inggris tersebut merupakan responden sebuah riset, dan membuktikan bahwa kandungan potasium pada pisang membuat para pelajar jadi lebih aktif dalam proses belajar.
Sumber: masenchipz.com
Langganan:
Postingan (Atom)